Prabowo Subianto Komitmen Bangun Kampus STEM dan Kedokteran Baru di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:52:55 WIB
Prabowo Subianto Komitmen Bangun Kampus STEM dan Kedokteran Baru di Indonesia

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pendidikan di tanah air dengan rencana ambisius untuk membangun sepuluh kampus baru. 

Kampus-kampus ini akan difokuskan pada bidang kedokteran serta science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang diharapkan akan memacu kemajuan Indonesia dalam dua sektor penting tersebut. 

Proyek ini juga melibatkan kerja sama pendidikan internasional dengan universitas terkemuka di Inggris, yang akan mencakup pertukaran dosen dan peningkatan kualitas akademik melalui berbagai inisiatif bersama.

Pada pertemuan yang berlangsung di Lancaster House, London, Inggris, Presiden Prabowo bertemu dengan pimpinan dari 24 universitas terbaik di Inggris. 

Forum UK-Indonesia Education Roundtable ini menjadi titik awal untuk merealisasikan kolaborasi pendidikan antara kedua negara. Hadir dalam pertemuan tersebut profesor-profesor dari universitas bergengsi seperti King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, dan University of Cambridge.

Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan niat untuk mendirikan sepuluh kampus baru di Indonesia. 

Sebagian besar kampus ini akan mengkhususkan diri di bidang kedokteran dan STEM, yang telah menjadi perhatian besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. 

Kampus-kampus tersebut tidak hanya akan menyediakan pendidikan berkualitas tinggi, tetapi juga diharapkan dapat menanggulangi kekurangan tenaga medis yang saat ini dirasakan di Indonesia.

Tujuan Pembangunan Kampus Baru

Pembangunan sepuluh kampus baru ini menjadi salah satu langkah strategis Presiden Prabowo untuk menjawab beberapa tantangan besar yang dihadapi Indonesia.

Salah satunya adalah kekurangan tenaga medis, terutama dokter dan dokter gigi, yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta pensiunnya dokter-dokter yang sudah berusia lanjut.

Menurut data yang dikutip oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut, saat ini Indonesia hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 140.000 dokter. 

Melihat hal ini, Prabowo menilai bahwa Indonesia perlu melakukan investasi besar dalam pendidikan kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pembangunan universitas-universitas baru yang fokus pada kedokteran, farmasi, kedokteran gigi, dan bidang STEM akan diharapkan dapat meningkatkan jumlah lulusan yang terampil dan siap pakai.

 Lebih dari itu, universitas-universitas ini juga akan mengedepankan standar internasional dalam proses belajar mengajar, dan seluruh perkuliahan akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Standar Internasional dan Kerja Sama dengan Inggris

Selain mencanangkan kampus-kampus baru, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kerja sama dengan universitas-universitas Inggris akan mencakup berbagai aspek. 

Kerja sama ini meliputi pertukaran dosen yang akan memberikan pengajaran langsung di kampus-kampus yang akan dibangun di Indonesia. Skema ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkenalkan kurikulum berbasis standar internasional kepada mahasiswa Indonesia.

Lebih jauh, Indonesia juga membuka peluang untuk kerja sama dengan British Council untuk menerapkan standar akademik internasional, seperti IELTS (International English Language Testing System), yang akan digunakan sebagai bagian dari persyaratan masuk bagi calon mahasiswa. 

Pemerintah juga akan memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa yang terpilih, dengan pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum mereka memulai kuliah.

Prabowo berharap bahwa pertukaran dosen ini akan memberi dampak positif bagi pengembangan pendidikan di Indonesia, dengan memperkenalkan metodologi pengajaran yang lebih modern dan berbasis riset. 

Selain itu, kehadiran dosen dan profesor asing di kampus-kampus Indonesia diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik dan membuka peluang riset bersama antara Indonesia dan negara-negara maju.

Peningkatan Peringkat Universitas Indonesia

Salah satu tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan peringkat universitas-universitas Indonesia di kancah global. Dengan adanya kolaborasi dengan universitas top di dunia, Indonesia berharap dapat memasukkan kampus-kampus dalam daftar universitas terbaik dunia. 

Hal ini tentu akan berdampak positif bagi reputasi pendidikan tinggi di Indonesia dan menarik lebih banyak mahasiswa internasional.

Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa kerja sama ini juga akan memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Inggris.

Dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, diharapkan mahasiswa Indonesia dapat bersaing di tingkat global dan memperkaya pengalaman internasional mereka.

Kampanye Kualitas Hidup di Kampus

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan aman. Dalam rencananya, kampus-kampus ini akan dibangun dengan mempertimbangkan aspek kualitas hidup, termasuk keselamatan dan keamanan seluruh lingkungan kampus. 

Hal ini dimaksudkan agar kampus-kampus baru tersebut tidak hanya menarik bagi mahasiswa Indonesia, tetapi juga bagi dosen dan profesor asing yang akan datang untuk mengajar.

Dengan membangun kampus-kampus di daerah strategis, serta menyediakan fasilitas yang lengkap dan standar internasional, Prabowo yakin bahwa Indonesia akan menjadi tujuan pendidikan yang semakin diminati oleh kalangan akademik global.

Waktu Realisasi dan Persiapan Kampus

Pembangunan kampus-kampus baru ini direncanakan untuk dimulai pada tahun 2028, dengan kampus pertama diharapkan mulai menerima mahasiswa pada awal tahun tersebut. 

Dalam waktu tersebut, berbagai persiapan akan dilakukan, termasuk pembangunan infrastruktur kampus, perekrutan dosen, serta penyusunan kurikulum yang sesuai dengan standar internasional.

Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah Indonesia juga akan memastikan bahwa setiap kampus yang dibangun memiliki fasilitas yang lengkap dan mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen, baik dalam hal akademik maupun non-akademik. 

Selain itu, pemerintah juga akan menjaga agar fasilitas-fasilitas tersebut ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Harapan Prabowo dan Dampaknya bagi Indonesia

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk kemajuan bangsa. Dengan adanya kampus-kampus baru yang berstandar internasional, diharapkan Indonesia dapat mencetak generasi muda yang unggul, terampil, dan siap bersaing di dunia global. 

Selain itu, sektor kesehatan Indonesia juga diharapkan dapat berkembang pesat dengan terciptanya tenaga medis yang lebih banyak dan berkualitas.

Ke depan, Prabowo optimistis bahwa kerja sama pendidikan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia, tidak hanya dalam peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan sektor kesehatan dan sains yang akan mendukung kemajuan bangsa di masa depan.

Dengan komitmen untuk membangun sepuluh kampus baru di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto berharap dapat menjawab berbagai tantangan besar yang dihadapi Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan kedokteran dan STEM. 

Kerja sama dengan universitas terkemuka di Inggris, yang mencakup pertukaran dosen dan pengajaran dengan standar internasional, diharapkan dapat membawa Indonesia ke tingkat pendidikan global yang lebih tinggi. 

Proyek ini akan membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan menciptakan tenaga medis serta ilmuwan yang mampu bersaing di dunia internasional.

Terkini