JAKARTA - Transportasi publik KRL Jogja–Solo kembali melayani masyarakat pada Senin, 23 Februari 2026.
Layanan ini dioperasikan dari Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Palur, dengan tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Moda massal ini menjadi solusi utama mobilitas bagi warga, pelajar, pekerja, dan wisatawan yang sering melintasi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya, terutama pada awal pekan ketika arus perjalanan meningkat. Dengan adanya KRL, masyarakat bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Fleksibilitas dan Efisiensi Perjalanan KRL
KRL Jogja–Solo menawarkan frekuensi keberangkatan yang tinggi sepanjang hari, sehingga waktu tunggu penumpang relatif singkat.
Rangkaian perjalanan kereta dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan, lalu melintasi stasiun penyangga seperti Maguwo, Brambanan, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, hingga tiba di Stasiun Palur sebagai tujuan akhir. Jalur ini dikenal sebagai salah satu koridor transportasi publik tersibuk di selatan Jawa Tengah.
Dengan frekuensi keberangkatan merata, penumpang dapat menyesuaikan perjalanan dengan rutinitas harian, termasuk untuk bekerja, sekolah, atau berwisata. Moda transportasi ini juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, mengurangi polusi udara, dan memberikan alternatif perjalanan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Jadwal Keberangkatan KRL Senin 23 Februari 2026
Keberangkatan KRL dari Stasiun Tugu Yogyakarta dimulai pukul 05.05 WIB dan berakhir pukul 22.35 WIB. Sementara dari Stasiun Lempuyangan, perjalanan dimulai pukul 05.10 WIB hingga pukul 22.40 WIB.
Stasiun penyangga di sepanjang jalur, seperti Maguwo, Brambanan, Klaten, Ceper, Delanggu, dan Gawok, memiliki jadwal keberangkatan berulang hampir setiap jam, menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat. Tiba di Stasiun Palur sebagai tujuan akhir pada pukul 00.00 WIB adalah jadwal keberangkatan terakhir.
Dengan penyebaran jadwal keberangkatan yang merata, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. Tarif tetap Rp8.000 membuat KRL menjadi transportasi ekonomis yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, dari pelajar, pekerja, hingga wisatawan yang ingin mengeksplorasi kota Jogja dan Solo.
Keunggulan KRL Dibanding Kendaraan Pribadi
KRL Jogja–Solo menawarkan keuntungan signifikan dibanding kendaraan pribadi. Penumpang tidak perlu mengkhawatirkan macet, biaya parkir, atau risiko kemacetan di jalan raya.
Ketepatan waktu, kenyamanan, dan keamanan menjadi keunggulan utama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kereta juga memberikan akses yang mudah ke berbagai stasiun penyangga sehingga penumpang bisa melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online, transportasi umum lain, atau kendaraan pribadi dari stasiun.
Moda ini juga cocok untuk wisatawan yang ingin menjelajahi kota-kota di sepanjang jalur, seperti Brambanan dan Klaten, tanpa harus mengemudi sendiri. Hal ini menjadikan KRL sebagai alternatif transportasi praktis, hemat biaya, dan aman untuk perjalanan harian maupun wisata.
Mendukung Mobilitas Wisatawan dan Aktivitas Sehari-hari
KRL Jogja–Solo tidak hanya melayani pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi populer di Jogja dan Solo.
Jalur yang melewati Brambanan, Klaten, dan Maguwo memudahkan akses ke candi, pusat kota, dan kawasan kuliner. Frekuensi keberangkatan yang tinggi memastikan penumpang dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan aktivitas mereka.
Selain itu, KRL mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi, sehingga kepadatan lalu lintas berkurang dan perjalanan menjadi lebih cepat. Moda ini juga mendukung efisiensi waktu perjalanan selama hari kerja maupun akhir pekan, memberikan kenyamanan bagi penumpang yang ingin beraktivitas tanpa hambatan.
Akses Tiket dan Informasi Layanan
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan KRL, tiket bisa dibeli melalui aplikasi resmi PT KAI atau di loket stasiun. Kanal resmi juga menyediakan informasi jadwal keberangkatan, tarif, dan syarat ketentuan perjalanan.
Dengan tarif tetap Rp8.000 per perjalanan dan jadwal yang tersebar merata sepanjang hari, KRL Jogja–Solo menjadi moda transportasi publik andalan pada Senin, 23 Februari 2026.
Pelayanan KRL ini tidak hanya menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah mendorong transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur strategis antara Jogja dan Solo.