JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan penerbangan tambahan atau extra flight untuk menghadapi lonjakan penumpang pesawat selama mudik Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa penyediaan extra flight dilakukan agar masyarakat yang memilih transportasi udara dapat mudik dengan nyaman dan aman.
“Bahwa kaitannya dengan extra flight nanti kami akan rapatkan dengan seluruh airlines di Indonesia,” ujar Dudy.
Menurut Dudy, penggunaan pesawat meningkat signifikan sehingga jumlah penerbangan harus disesuaikan.
Extra flight ini menjadi bagian dari strategi Kemenhub untuk mengantisipasi antrean panjang, keterlambatan jadwal, dan kepadatan di terminal keberangkatan. Selain itu, langkah ini juga memastikan seluruh pemudik bisa terlayani secara efisien selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Permintaan Extra Flight Meluas ke Seluruh Bandara
Dudy menjelaskan, permintaan penerbangan tambahan tidak hanya terjadi di Sumatera Selatan. Tren peningkatan penumpang terjadi di hampir seluruh bandara di Indonesia.
“Tidak hanya di Sumatera, tapi seluruh bandara di seluruh Indonesia terkait dengan penyelenggaraan angkutan Lebaran,” jelasnya.
Hasil survei Kemenhub menunjukkan pesawat menjadi moda transportasi pilihan ke-5 bagi pemudik. Sebanyak 4,98 juta orang atau 3,46% dari total responden memilih pesawat untuk mudik. Tren ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga perlu perencanaan extra flight yang matang.
“Kami melihat kecenderungan tumbuh akan banyak permintaan sehingga kami merasa bahwa kita perlu merumuskan extra flight,” tambah Dudy. Penambahan penerbangan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di bandara dan memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.
Strategi Extra Flight di Bandara Rawan
Extra flight akan diterapkan secara selektif, terutama di bandara yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang signifikan. Bandara-bandara ini akan mendapatkan tambahan jadwal penerbangan agar kapasitas layanan tetap memadai.
“Akan diberikan atau yang akan diupayakan di bandara-bandara yang membutuhkan tambahan penerbangan,” ujar Dudy. Kemenhub bekerja sama dengan seluruh maskapai untuk memetakan rute dan frekuensi penerbangan tambahan.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, layanan check-in, dan parkir bandara juga diperkuat. Tujuannya agar penumpang dapat melaksanakan perjalanan mudik tanpa terganggu antrean panjang maupun keterlambatan.
Kemenhub memastikan, extra flight tidak hanya berlaku untuk keberangkatan, tetapi juga untuk arus balik. Dengan demikian, seluruh pemudik mendapat pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
Kolaborasi Maskapai dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan extra flight membutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah, maskapai, dan pengelola bandara. Dudy menekankan pentingnya komunikasi yang cepat dan fleksibel antara pihak-pihak terkait.
“Koordinasi dilakukan untuk memetakan rute yang paling diminati pemudik. Semua pihak akan memantau perkembangan permintaan dan menyesuaikan frekuensi penerbangan sesuai kebutuhan,” kata Dudy.
Selain penambahan penerbangan, Kemenhub juga memantau dampak arus mudik udara terhadap lalu lintas di sekitar bandara.
Jalur alternatif dan pengaturan arus kendaraan akan diterapkan untuk mengurangi kemacetan. Hal ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh agar pengalaman mudik udara tetap aman dan lancar.
Dengan strategi ini, Kemenhub memastikan bahwa extra flight dapat memenuhi kebutuhan pemudik, mengurangi tekanan pada bandara, serta meningkatkan koordinasi antar-stakeholder. Maskapai juga diimbau siap menambah kapasitas secara mendadak jika lonjakan penumpang melebihi prediksi awal.
Extra Flight Sebagai Pilihan Nyaman Bagi Pemudik
Extra flight diharapkan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin mudik. Kemenhub menekankan bahwa penerbangan tambahan ini dirancang untuk menyesuaikan permintaan, sehingga pemudik dapat memilih jadwal yang sesuai dengan rencana perjalanan mereka.
Selain mengurangi kepadatan bandara, extra flight juga menambah kenyamanan dan keamanan perjalanan. Dudy menjelaskan bahwa Kemenhub akan terus memonitor kondisi bandara dan permintaan pemudik hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Dengan persiapan matang, baik dari segi penerbangan tambahan, koordinasi maskapai, maupun fasilitas bandara, Kemenhub memastikan masyarakat dapat mudik dengan lancar. Strategi ini mencerminkan fokus pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang responsif dan aman selama momen Lebaran.