JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengimplementasikan registrasi kartu SIM seluler berbasis biometrik secara bertahap.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan data pelanggan, menekan penyalahgunaan nomor, dan memperkuat ekosistem digital nasional yang semakin berkembang.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa persiapan kebijakan ini sudah dilakukan secara matang, sehingga masyarakat dapat merasakan kemudahan tanpa kebingungan saat registrasi.
"Peran Kemkomdigi sangat penting untuk memastikan kebijakan registrasi biometrik ini dapat diterapkan secara terkoordinasi, baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun pemahaman publik," ujarnya.
Persiapan Infrastruktur Operator Seluler
Sebagai langkah awal, Komdigi telah mengirimkan surat dinas kepada seluruh operator seluler agar menyiapkan infrastruktur pendukung registrasi berbasis biometrik. Tujuannya agar masyarakat memperoleh layanan yang nyaman dan aman saat melakukan registrasi.
Edwin menekankan bahwa kesiapan operator sangat menentukan kelancaran implementasi, termasuk kesiapan sistem, perangkat keras, dan personel pendamping di gerai.
Selain aspek teknis, Komdigi juga menyiapkan materi komunikasi publik yang dirancang agar masyarakat memahami proses registrasi biometrik. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk diskusi, talk show dengan pakar digital, serta siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Kemkomdigi.
Pendekatan ini bertujuan memastikan masyarakat tidak kebingungan dan mengetahui manfaat dari registrasi biometrik.
Uji Coba Registrasi Biometrik Sebelumnya
Penerapan registrasi biometrik sebenarnya sudah diuji coba sejak 2024. Uji coba awal dilakukan di gerai operator untuk layanan penggantian kartu SIM. Pada awal 2025, Komdigi memperluas uji coba di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Menjelang akhir 2025, Komdigi memastikan setiap gerai operator seluler telah menyiapkan uji coba registrasi biometrik agar petugas dapat memberikan panduan langsung kepada masyarakat.
Hasilnya, masyarakat dapat melihat dan merasakan proses registrasi secara nyata, sehingga meminimalisir kebingungan saat kebijakan resmi diterapkan.
Implementasi Bertahap Tahun 2026
Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan, penerapan registrasi biometrik akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Fokus awal diarahkan di gerai-gerai operator agar masyarakat memperoleh pendampingan langsung dari petugas.
Pendekatan bertahap ini dianggap perlu karena tidak semua orang familiar dengan metode biometrik, terutama kalangan yang jarang menggunakan teknologi digital.
Selama masa transisi enam bulan sejak diberlakukannya peraturan menteri tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yang baru, masyarakat tetap memiliki pilihan registrasi secara mandiri.
Mereka dapat menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga melalui SMS 4444 atau portal web, maupun menggunakan NIK dan biometrik melalui portal resmi operator.
Edwin menegaskan bahwa registrasi biometrik memiliki peran penting dalam validitas data pelanggan. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menekan penyalahgunaan nomor, mencegah identitas palsu, serta memperkuat keamanan layanan digital yang semakin kompleks dan rentan terhadap ancaman siber.
Pendampingan dan Edukasi Masyarakat
Komdigi juga menekankan perlunya edukasi masyarakat dalam proses registrasi. Operator diminta menyediakan panduan yang jelas melalui portal web resmi, sehingga masyarakat dapat melakukan registrasi secara mudah dan nyaman.
Dengan dukungan pendampingan petugas, setiap warga dapat memahami langkah-langkah, mulai dari verifikasi identitas hingga pengunggahan data biometrik.
Selain itu, Komdigi akan terus melakukan kampanye edukasi digital melalui media sosial dan siaran langsung, menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Pendekatan ini memastikan kebijakan registrasi SIM berbasis biometrik tidak hanya formalitas administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengguna.
Keamanan dan Validitas Data Pelanggan
Salah satu keuntungan utama registrasi biometrik adalah validitas data yang lebih tinggi. Dengan verifikasi menggunakan sidik jari atau wajah, data pelanggan menjadi lebih akurat, sehingga potensi penyalahgunaan nomor dan penipuan digital dapat ditekan secara signifikan.
Edwin menambahkan, penerapan biometrik juga akan membantu operator seluler dalam manajemen data pelanggan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital, termasuk keamanan transaksi, komunikasi, dan berbagai layanan berbasis data pelanggan.
Manfaat Ekosistem Digital yang Lebih Kuat
Registrasi SIM seluler berbasis biometrik merupakan langkah strategis Komdigi untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan validitas data yang lebih baik, masyarakat dapat lebih percaya terhadap layanan digital, termasuk e-commerce, perbankan, dan berbagai aplikasi digital lainnya.
Penerapan biometrik juga selaras dengan tren digital global yang mengedepankan keamanan data, transparansi, dan kenyamanan pengguna. Selain itu, kebijakan ini membantu pemerintah mengawasi pertumbuhan industri telekomunikasi secara lebih akurat dan terukur.
Masa Depan Registrasi SIM di Era Digital
Dengan persiapan matang dan pendekatan bertahap, Komdigi optimistis registrasi SIM seluler berbasis biometrik dapat berjalan lancar sepanjang 2026. Kebijakan ini tidak hanya sekadar aturan administratif, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital.
Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi resmi melalui portal operator dan kanal komunikasi Komdigi, agar proses registrasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Implementasi biometrik yang sukses akan menjadi tonggak penting bagi keamanan digital nasional dan pemanfaatan layanan seluler yang lebih optimal di masa depan.