JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji selalu menjadi agenda besar nasional yang membutuhkan persiapan lintas sektor secara matang.
Salah satu aspek krusial dalam proses tersebut adalah ketersediaan transportasi udara yang andal, aman, serta mampu melayani ratusan ribu jamaah dari berbagai wilayah Indonesia.
Garuda Indonesia kembali memainkan peran strategis sebagai maskapai nasional yang dipercaya mendukung kelancaran penerbangan haji reguler tahun 2026.
Dengan pengalaman panjang dalam melayani penerbangan haji, Garuda Indonesia menyiapkan langkah-langkah operasional yang terukur agar seluruh proses keberangkatan dan kepulangan jamaah dapat berlangsung sesuai jadwal.
Persiapan ini tidak hanya mencakup kesiapan armada, tetapi juga koordinasi dengan pemerintah serta penyesuaian layanan demi kenyamanan jamaah.
15 Armada Wide-Body untuk Layani Lebih dari 102 Ribu Jamaah
Maskapai Garuda Indonesia dalam musim haji tahun ini menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk menerbangkan 102.502 calon jamaah haji (calhaj) secara bertahap sesuai jadwal penerbangan yang ditetapkan bersama Pemerintah Indonesia.
Jumlah armada tersebut disiapkan khusus untuk memastikan kapasitas angkut yang memadai sekaligus menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penerbangan jarak jauh.
"Sebanyak 102.502 calhaj Indonesia ini berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter)," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan.
Pengaturan kloter menjadi bagian penting dalam manajemen penerbangan haji agar proses keberangkatan berlangsung tertib dan terorganisasi.
Sepuluh Embarkasi Jamaah Haji di Seluruh Indonesia
Ia menyebut 10 embarkasi tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Asrama Haji Banten) dan sebagian Jakarta (Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Setiap embarkasi menjadi pusat pengumpulan jamaah sebelum diterbangkan menuju Arab Saudi.
Keberagaman lokasi embarkasi ini mencerminkan luasnya cakupan layanan Garuda Indonesia dalam melayani jamaah haji dari berbagai daerah. Dengan demikian, jamaah tidak perlu menempuh perjalanan darat yang terlalu jauh hanya untuk mencapai titik keberangkatan internasional.
Jadwal Keberangkatan Menuju Madinah dan Jeddah
Keberangkatan calhaj Indonesia menuju Tanah Suci, lanjut Glenny, direncanakan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026. Fase keberangkatan menuju Madinah dijadwalkan pada 22 April hingga 6 Mei 2026. Setelah itu, penerbangan akan dilanjutkan menuju Jeddah pada periode 7 hingga 21 Mei 2026.
Pembagian fase keberangkatan ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kebijakan operasional di Arab Saudi sekaligus menghindari kepadatan berlebih di bandara tujuan. Skema ini juga memudahkan pengelolaan arus jamaah di Tanah Suci.
Fase Kepulangan Jamaah Haji ke Tanah Air
Sedangkan fase kepulangan jamaah haji Indonesia akan dilaksanakan pada 1 hingga 30 Juni 2026. Untuk kepulangan dari Jeddah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 15 Juni 2026, sementara kepulangan dari Madinah dilakukan pada 16 hingga 30 Juni 2026.
Tahapan kepulangan ini dirancang agar jamaah dapat kembali secara bertahap, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di bandara maupun embarkasi di Indonesia. Penjadwalan yang rapi juga membantu menjaga kondisi fisik jamaah setelah menjalani rangkaian ibadah panjang.
Landasan Kerja Sama Jangka Menengah Garuda dan Pemerintah
Penyiapan 15 armada berbadan lebar dan pengaturan jadwal dilakukan karena pada 17 Desember 2025 telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji periode 1447–1449 Hijriah atau 2026–2028.
Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan layanan penerbangan haji dalam beberapa tahun ke depan.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Glenny dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan yang disaksikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.
Komitmen Pelayanan Aman dan Nyaman bagi Jamaah
"Melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani lebih awal ini, maka kesiapan operasional penerbangan haji dapat turut menyelaraskan misi Pemerintah Indonesia secara berkelanjutan, yakni mendukung kemudahan perjalanan masyarakat Muslim dalam menunaikan ibadah haji," katanya.
Glenny menyebut penandatanganan kerja sama tersebut mencerminkan kesiapan Garuda Indonesia dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji secara optimal. Hal ini juga menjadi wujud kepercayaan berkelanjutan yang diberikan pemerintah kepada maskapai nasional tersebut.
"Berbagai upaya penyelarasan layanan terus kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan dari dan menuju Tanah Suci, termasuk keamanan dan kenyamanan bagi jamaah lanjut usia yang menjadi prioritas kami," ucap Glenny.
Dengan kesiapan armada, jadwal terstruktur, dan layanan yang terus disempurnakan, Garuda Indonesia diharapkan mampu memastikan perjalanan ibadah haji 2026 berjalan lancar dan sesuai harapan seluruh jamaah Indonesia.