JMA Syariah

JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen

JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS), atau yang lebih dikenal dengan JMA Syariah, menargetkan pendapatan kontribusi pada 2026 akan meningkat sekitar 20%. 

Direktur Utama JMA Syariah, Basuki Agus, dalam acara Public Expose yang diadakan, menjelaskan bahwa target pendapatan kontribusi yang ingin dicapai pada tahun mendatang diperkirakan sebesar Rp360 miliar, yang merupakan lonjakan signifikan dibandingkan dengan pendapatan kontribusi yang tercatat pada 2025.

Dengan proyeksi tersebut, JMA Syariah menggarisbawahi ambisi mereka untuk terus memperkuat posisinya di pasar asuransi syariah Indonesia. 

Agus menambahkan bahwa target pertumbuhan ini akan tercapai dengan mempertahankan kualitas bisnis yang sudah ada, sambil berupaya memperluas pasar serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Strategi untuk Mencapai Target Pertumbuhan

Basuki Agus menjelaskan bahwa untuk mencapai target pendapatan kontribusi yang sebesar Rp360 miliar pada 2026, perusahaan akan terus memperluas dan memperkuat lini bisnis yang telah terbukti memberikan hasil positif. Salah satu sektor yang akan menjadi fokus utama adalah produk asuransi kesehatan. 

Meskipun demikian, dia mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak berencana untuk meluncurkan produk baru di segmen ini, melainkan lebih menekankan pada penguatan produk yang sudah ada di pasar.

“Strategi kami adalah memperkuat produk-produk yang ada, khususnya di bidang asuransi kesehatan, dan mempertahankan produk-produk yang sudah terbukti memberikan hasil positif. Kami akan terus memperbesar kanal distribusi dan memaksimalkan potensi produk yang sudah kami miliki,” ujar Agus.

Selain itu, perusahaan juga akan memperbanyak kanal distribusi individu, khususnya produk-produk yang lebih berorientasi pada pasar retail. Dengan fokus pada pemasaran produk yang telah terbukti efektif, JMA Syariah berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan.

Pemasaran dengan Teknologi yang Efektif

Dalam upaya mencapainya, JMA Syariah akan terus memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mendukung tim pemasarannya. Meski perusahaan tidak memanfaatkan teknologi asuransi (insurtech) secara langsung, Agus menekankan bahwa teknologi digital tetap menjadi bagian integral dari strategi pemasaran perusahaan.

“Kami akan tetap menggunakan teknologi yang ada, tetapi kami tidak fokus pada insurtech. Teknologi akan berfungsi sebagai alat bantu bagi tim pemasaran kami. Dengan memanfaatkan teknologi melalui perangkat handphone, para tenaga pemasar dapat menjual produk-produk kami secara lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Agus juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi terkini, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Dengan memperkenalkan penggunaan teknologi digital dalam pemasaran, JMA Syariah berharap dapat meningkatkan efektivitas tim sales mereka, menjangkau lebih banyak konsumen, dan mempercepat proses penjualan asuransi syariah.

Performa Keuangan yang Positif pada 2025

Sebagai catatan, pada 2025, JMA Syariah berhasil mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp295,71 miliar, yang mencerminkan kenaikan sebesar 16,56% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp253,70 miliar. 

Laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu naik 42,91% menjadi Rp4,03 miliar, dibandingkan dengan laba bersih pada 2024 yang hanya tercatat sebesar Rp2,82 miliar.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa JMA Syariah telah berhasil mengelola strategi bisnisnya dengan baik, meskipun tantangan di pasar asuransi syariah kian kompetitif. 

Pertumbuhan yang positif ini semakin menguatkan keyakinan perusahaan untuk melanjutkan rencana ekspansi bisnis dan memperbesar pendapatan kontribusi pada tahun 2026.

Fokus pada Produk Tradisional dan Asuransi Kesehatan

Salah satu hal yang menarik dari strategi JMA Syariah adalah fokus mereka pada produk asuransi tradisional, terutama di sektor kesehatan. 

Dalam acara yang sama, Agus juga mengungkapkan bahwa meskipun banyak perusahaan asuransi yang berfokus pada produk unit-linked atau produk investasi, JMA Syariah tetap mempertahankan produk tradisional yang lebih konservatif. 

Hal ini diyakini akan memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen yang lebih menyukai produk asuransi yang lebih aman dan stabil.

“Dalam menghadapi pasar yang terus berkembang, kami tetap yakin bahwa produk-produk tradisional akan tetap memberikan nilai lebih bagi nasabah kami, terutama dalam memberikan perlindungan jangka panjang,” jelas Agus.

Kondisi Pasar Asuransi Syariah dan Prospek 2026

Sektor asuransi syariah sendiri diperkirakan akan terus berkembang pada 2026, didorong oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya perlindungan asuransi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. 

Hal ini membuka peluang besar bagi perusahaan seperti JMA Syariah untuk memperluas cakupan layanan dan memperkenalkan lebih banyak produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Namun, Agus menyadari bahwa pasar asuransi syariah Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan yang semakin ketat hingga dinamika ekonomi global yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Oleh karena itu, perusahaan harus dapat beradaptasi dan terus menjaga kualitas layanan serta produk yang ditawarkan.

JMA Syariah memiliki rencana yang jelas untuk mencapai target pertumbuhannya pada 2026. Dengan mempertahankan produk yang telah terbukti sukses dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pemasaran, perusahaan berharap dapat mencapai pendapatan kontribusi sebesar Rp360 miliar pada 2026. 

Dengan kinerja positif di 2025 dan rencana yang matang untuk tahun depan, JMA Syariah siap menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan lebih lanjut di pasar asuransi syariah Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index