PLTA

PLN Siapkan PLTA Pumped Storage 1.000 MW di Pacitan

PLN Siapkan PLTA Pumped Storage 1.000 MW di Pacitan
PLN Siapkan PLTA Pumped Storage 1.000 MW di Pacitan

JAKARTA - Upaya mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia terus diperkuat melalui proyek infrastruktur kelistrikan berskala besar. 

Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air berbasis pumped storage di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. 

Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu instalasi penyimpanan energi terbesar di Tanah Air dan berperan penting dalam menjaga keandalan sistem listrik nasional.

PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Pumped Storage Grindulu di Kabupaten Pacitan berkapasitas 1.000 megawatt yang diproyeksikan menjadi PLTA pumped storage terbesar kedua di Indonesia.

General Manager PLN UIP JBTB Moh. Fathol Arifin menegaskan proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission. Infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.

"PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali. Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten. Kami berkomitmen untuk melaksanakan proses prakonstruksi dan pembangunan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat, demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.

Manager PT PLN (Persero) UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034.

"Kami sedang menyiapkan uji kelayakan untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo. PLN berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan," jelasnya.

Komitmen Transisi Energi Bersih

Rencana pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu menunjukkan keseriusan PLN dalam memperbesar porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Transisi menuju sistem energi rendah emisi membutuhkan dukungan infrastruktur yang tidak hanya mampu menghasilkan listrik bersih, tetapi juga menyimpannya secara efisien.

Dalam konteks tersebut, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan integrasi pembangkit energi terbarukan seperti surya dan angin yang bersifat tidak stabil atau intermiten. Dengan kapasitas 1.000 MW, instalasi ini akan memperkuat sistem kelistrikan di Jawa Bagian Timur dan Bali.

Teknologi Giant Battery Skala Besar

Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi pumped storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar atau giant battery. Sistem ini memiliki dua waduk, yakni waduk atas dan waduk bawah, yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa.

Pada saat beban listrik rendah, air dipompa ke waduk atas untuk menyimpan energi. Ketika beban puncak terjadi, air dialirkan kembali ke waduk bawah melalui turbin untuk menghasilkan listrik. Skema ini sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat permintaan listrik meningkat tajam.

Dengan mekanisme tersebut, PLTA Pumped Storage Grindulu akan berperan sebagai penyeimbang sistem, memastikan pasokan tetap stabil meskipun sumber energi terbarukan mengalami fluktuasi produksi.

Dukungan Pemerintah Daerah Pacitan

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek hijau ini. Ia optimistis kehadiran PLTA ini akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia.

“Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada keuntungan jangka panjang bagi daerah karena ini adalah teknologi baru. Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional,” ungkap Bupati Indrata.

Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam kelancaran tahapan prakonstruksi hingga pembangunan. Sinergi antara PLN dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat setempat.

Dampak Ekonomi dan Infrastruktur

Pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu bukan hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tahapan studi kelayakan hingga konstruksi diperkirakan akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, proyek ini juga dapat memicu pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah Pacitan dan sekitarnya, seperti akses jalan, fasilitas umum, hingga penguatan jaringan kelistrikan. Efek berganda atau multiplier effect menjadi salah satu harapan utama dari investasi strategis ini.

Dengan masuknya proyek berskala nasional ke Pacitan, daerah tersebut berpeluang meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat citra sebagai wilayah yang mendukung pengembangan energi bersih.

Sinergi Menuju Kemandirian Energi Nasional

Pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu menjadi bukti nyata sinergi antara PLN dan pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian energi nasional. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperbesar kontribusi energi baru terbarukan sekaligus menjaga stabilitas sistem kelistrikan di kawasan Jawa dan Bali.

Di tengah tuntutan global untuk menekan emisi karbon, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia menuju Net Zero Emission. Dengan kapasitas besar dan teknologi penyimpanan mutakhir, proyek ini diproyeksikan menjadi elemen penting dalam peta transisi energi nasional.

Ke depan, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari kapasitas listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Pacitan akan mencatatkan diri sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan energi bersih di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index