JAKARTA - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat terdampak.
Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, pangan, dan tempat berlindung menjadi sangat terbatas.
Menjawab kondisi darurat tersebut, Astra melalui program Nurani Astra kembali menyalurkan bantuan tanggap darurat yang meliputi tenda darurat, air bersih, fasilitas sanitasi, hingga layanan medis untuk mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan disiapkan sesuai kebutuhan lapangan dan difokuskan pada tahap awal masa pemulihan. “
Melalui bantuan tenda darurat, air bersih, fasilitas sanitasi, kesiapan ambulans dan bantuan lain di tahap ini, Astra berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak di awal masa pemulihan ini,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Astra menegaskan komitmen untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, bukan hanya melalui bantuan simbolis.
Bantuan Tanggap Darurat yang Disalurkan
Tahap pertama bantuan tanggap darurat Nurani Astra telah dimulai sejak Desember 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Pada tahap pertama, distribusi mencakup 135,68 ton beras, 10.000 liter air bersih layak konsumsi, 5.477 kaleng sarden, 7.881 liter minyak, 1.263 dus mie instan, 1.286 kilogram gula pasir, 1.895 dus teh, 2.560 paket kebutuhan kebersihan dan sanitasi personal, serta 992 kaleng susu.
Untuk tahap lanjutan, bantuan difokuskan pada kebutuhan kritis dan pemulihan jangka pendek. Pendistribusian mencakup 600 unit paket shelter yang terdiri dari tenda darurat, alas kasur, dan selimut, 900 paket sembako, 600 paket kebutuhan kebersihan dan sanitasi personal, renovasi masjid, pembangunan lima unit instalasi air bersih dan fasilitas sanitasi, 750 paket perlengkapan sekolah, 620 perlengkapan ibadah, serta layanan medis. Semua bantuan disalurkan secara bertahap sesuai prioritas wilayah terdampak.
Kolaborasi untuk Penanganan Pascabencana
Nurani Astra menyalurkan bantuan di berbagai wilayah terdampak, termasuk Tamiang, Langsa, dan Bireuen di Aceh; Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan di Sumatra Utara; serta Kabupaten Agam di Sumatra Barat.
Dalam pelaksanaannya, Astra bersinergi dengan lembaga kemanusiaan serta instansi pemerintah untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara maksimal.
Selain bantuan logistik dan kebutuhan dasar, Astra juga fokus pada dukungan layanan kesehatan. Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Grup Astra melakukan pemeriksaan dan perbaikan unit ambulans serta kendaraan operasional dinas kesehatan di wilayah terdampak.
Hingga kini, sebanyak 126 unit ambulans yang tersebar di empat titik di Aceh, 17 titik di Sumatra Utara, dan 10 titik di Sumatra Barat telah diperiksa dan diperbaiki.
Dukungan ini melibatkan AUTO2000, Astra Daihatsu, dan Astra Isuzu guna memastikan kesiapan armada layanan kesehatan dalam mendukung penanganan darurat.
Komitmen Astra untuk Bantuan Berkelanjutan
Bantuan tanggap darurat Nurani Astra bukanlah program sekali jalan. Astra berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyesuaikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan berkelanjutan ini, Astra memastikan bantuan tidak hanya mengatasi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung proses pemulihan yang lebih menyeluruh.
Program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam penanganan bencana. Sinergi ini memungkinkan bantuan tersalurkan secara cepat dan efisien, dari penyediaan tenda darurat hingga fasilitas air bersih dan sanitasi.
Melalui langkah-langkah tersebut, Astra berperan aktif dalam meminimalkan dampak bencana sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko serupa di masa depan.
Dengan pendekatan yang sistematis, berfokus pada kebutuhan prioritas, dan melibatkan kolaborasi lintas pihak, Nurani Astra menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan lebih dari sekadar distribusi bantuan.
Persiapan armada medis, fasilitas sanitasi, dan tenda darurat menjadi bagian integral dari strategi pemulihan yang lebih luas, sekaligus menegaskan peran Astra sebagai korporasi yang bertanggung jawab sosial.