JAKARTA - Asam urat adalah kondisi yang terjadi ketika kadar uric acid dalam darah terlalu tinggi, sehingga membentuk kristal tajam di sendi yang menimbulkan rasa sakit.
Faktor risiko asam urat meliputi diet tinggi purin dan alkohol, obesitas, gangguan metabolik, faktor genetik, usia, jenis kelamin, serta beberapa jenis obat, mengutip Mayo Clinic.
Meski pola makan dan pengobatan memainkan peran penting, kebiasaan di pagi hari juga memengaruhi seberapa baik tubuh mengelola kadar asam urat.
Memulai hari dengan rutinitas yang tepat dapat membantu ginjal berfungsi optimal, mendukung ekskresi asam urat, dan mengurangi peradangan. Berikut beberapa kebiasaan pagi yang efektif menjaga kadar asam urat tetap terkendali, mengutip Times of India.
Pentingnya Hidrasi dan Pilihan Minuman Pagi
Minum cukup cairan di pagi hari sangat penting untuk membuang racun dari tubuh, termasuk kelebihan asam urat. Air putih berperan langsung dalam mengencerkan uric acid dan mendukung fungsi ginjal.
Sementara itu, konsumsi kafein saat perut kosong, seperti teh atau kopi, bisa membuat tubuh dehidrasi dan membebani ginjal.
Studi tahun 2021 menunjukkan kopi berkafein sedikit meningkatkan kadar asam urat serum, sedangkan kopi tanpa kafein menurunkannya.
Oleh karena itu, disarankan menunda minum kopi hingga setelah sarapan atau hidrasi pagi, dan memilih teh herbal seperti jahe atau kunyit untuk mendukung antiinflamasi alami.
Sarapan dan Nutrisi yang Mendukung Ginjal
Sarapan rendah purin membantu mencegah kenaikan kadar asam urat. Makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis seafood dapat memicu peningkatan kadar uric acid.
Sebaliknya, sarapan dengan oatmeal, buah-buahan, yogurt, dan biji-bijian utuh lebih ramah bagi ginjal dan sistem pencernaan, serta kaya serat yang menyeimbangkan metabolisme asam urat.
Selain itu, air hangat dengan perasan lemon bisa menjadi kebiasaan pagi yang efektif. Meskipun rasanya asam, jus lemon memiliki efek alkalisasi yang membantu menetralkan kelebihan asam urat.
Kandungan vitamin C dalam lemon juga mendorong ekskresi uric acid melalui urine. Studi HK Choi tahun 2009 menemukan bahwa asupan vitamin C yang tinggi berhubungan dengan risiko asam urat lebih rendah.
Aktivitas Fisik Ringan untuk Dukungan Ginjal
Olahraga ringan di pagi hari, seperti berjalan kaki atau yoga, membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang asam urat.
Aktivitas fisik juga membantu mengelola berat badan, yang penting dalam menjaga kadar uric acid. Namun, olahraga berlebihan harus dihindari karena dapat meningkatkan asam laktat dan kadar asam urat sementara akibat dehidrasi.
Keseimbangan Pola Hidup Pagi
Memulai hari dengan rutinitas yang tepat berkontribusi pada pengelolaan asam urat jangka panjang. Selain hidrasi, sarapan sehat, dan olahraga ringan, mengatur waktu tidur yang cukup serta mengelola stres juga penting.
Kombinasi kebiasaan ini mendukung fungsi ginjal, menjaga keseimbangan metabolisme, dan mencegah serangan asam urat yang menyakitkan.
5 Kebiasaan Pagi yang Cegah Asam Urat Kambuh
1. Hindari minum teh atau kopi saat perut kosong untuk mencegah dehidrasi dan beban tambahan pada ginjal.
2. Awali hari dengan segelas air hangat dicampur lemon untuk membantu ekskresi asam urat dan memberikan vitamin C.
3. Minum 2–3 gelas air putih saat perut kosong untuk menjaga hidrasi optimal dan mendukung fungsi ginjal.
4. Sarapan rendah purin dengan oatmeal, buah, yogurt, atau biji-bijian utuh agar kadar asam urat tetap stabil.
5. Lakukan olahraga ringan atau yoga di pagi hari untuk melancarkan sirkulasi darah dan membantu pengeluaran asam urat melalui ginjal.
Dengan menerapkan kebiasaan pagi ini secara konsisten, tubuh dapat mengelola kadar asam urat lebih baik, mencegah serangan nyeri pada persendian, dan mendukung fungsi ginjal serta metabolisme secara keseluruhan. Pola hidup sehat di pagi hari merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas hidup bagi penderita asam urat.