JAKARTA - Belakangan ini, sea moss atau Irish moss semakin populer, terutama setelah beberapa selebriti dunia mengaku rutin mengonsumsinya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Namun, di balik tren yang viral di media sosial, banyak yang masih bertanya-tanya, apa sebenarnya manfaat sea moss bagi kesehatan?
Sea moss (Chondrus crispus) merupakan jenis alga merah yang tumbuh di perairan Atlantik Utara. Selama ratusan tahun, tanaman laut ini digunakan dalam pengobatan tradisional.
Kini, sea moss hadir dalam bentuk modern, mulai dari gel, kapsul, hingga bubuk suplemen, sehingga lebih mudah dikonsumsi sehari-hari.
Para pakar menjelaskan bahwa sea moss mengandung beragam nutrisi penting, termasuk serat, mineral, yodium, antioksidan, dan asam amino.
Senyawa-senyawa ini berpotensi mendukung berbagai aspek kesehatan, meski sebagian besar manfaatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Sistem Imun
Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan dengan sea moss adalah kemampuannya mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan serat larut dan senyawa prebiotik dalam sea moss berpotensi memberi “makanan” bagi bakteri baik di saluran cerna.
Ahli gizi Kristin Kirkpatrick dari Cleveland Clinic Wellness Institute menyebut serat dan prebiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Pencernaan yang sehat juga berpengaruh pada penyerapan nutrisi dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, keseimbangan bakteri baik di usus juga berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Sea moss yang berbentuk gel diyakini mampu melapisi dan menenangkan selaput lendir di saluran pernapasan dan pencernaan, yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama tubuh terhadap infeksi, menurut Robin Foroutan, ahli gizi dari Morrison Center, New York City.
Potensi Manfaat bagi Jantung dan Kulit
Sea moss mengandung serat dan antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan jantung. Serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, dua faktor risiko utama penyakit jantung, sementara antioksidan membantu melawan peradangan dan stres oksidatif.
Meski begitu, penelitian spesifik mengenai sea moss dan kesehatan jantung pada manusia masih terbatas.
Selain itu, sea moss juga mulai banyak digunakan sebagai bahan dalam produk perawatan kulit alami. Kandungan asam amino, mineral, dan antioksidan berpotensi membantu menjaga kesehatan kulit, mengatasi jerawat, dan mendukung proses anti-penuaan.
Dokter kulit bersertifikat Karan Lal menekankan bahwa bukti ilmiah terkait manfaat topikal sea moss masih terbatas.
Peran dalam Fungsi Tiroid dan Kontrol Nafsu Makan
Sea moss dikenal kaya akan yodium, mineral penting bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon pengatur metabolisme. Konsumsi yodium yang cukup mendukung fungsi tiroid, terutama bagi ibu hamil, bayi, serta individu dengan pola makan vegan atau bebas produk susu.
Kristin Gillespie, ahli gizi dari Virginia Beach, menyarankan konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen sea moss, terutama bagi penderita gangguan tiroid.
Selain itu, kandungan serat larut pada sea moss dinilai membantu memberi efek kenyang lebih lama, sehingga berpotensi mendukung pengendalian nafsu makan.
Ahli diet Bree Phillips menyebut serat larut dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama, meski manfaat ini juga bisa diperoleh dari buah, sayur, dan biji-bijian.
Perlu Bijak dalam Konsumsi Sea Moss
Penting dicatat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum menyetujui suplemen, termasuk sea moss, untuk keamanan dan efektivitasnya.
Para ahli menekankan bahwa manfaat sea moss sebagian besar masih bersifat teoritis dan membutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Sea moss bisa menjadi tambahan nutrisi yang bermanfaat, tetapi bukan solusi instan untuk masalah kesehatan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan.
7 Manfaat Sea Moss bagi Tubuh
Menjaga kesehatan pencernaan dengan kandungan serat dan prebiotik yang mendukung bakteri baik di usus.
Mendukung sistem imun tubuh melalui perlindungan selaput lendir dan keseimbangan mikrobiota usus.
Berpotensi menjaga kesehatan jantung dengan serat dan antioksidan yang menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu melalui kandungan antioksidan pada karagenan, meski masih penelitian laboratorium.
Menjaga kesehatan kulit dengan nutrisi seperti asam amino dan antioksidan yang mendukung anti-penuaan dan antijamur.
Mendukung fungsi tiroid karena kandungan yodium yang penting bagi produksi hormon metabolisme.
Membantu rasa kenyang lebih lama berkat kandungan serat larut yang mengurangi keinginan makan berlebihan.
Dengan memahami manfaatnya, konsumen dapat mengonsumsi sea moss secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat, sambil tetap memperhatikan keamanan dan konsultasi medis. Sea moss bukan obat ajaib, tetapi bisa menjadi tambahan nutrisi yang bermanfaat bila digunakan dengan tepat.